“Saya mengajukan tiga ‘pacar.’ Saya ingin Djarot, Bambang DH, atau Bu Yani (Sarwo Handayani),” kata Ahok, sapaan Basuki, di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (28/11). Dari ketiga orang itu, Djarot dan Bambang merupakan kader PDIP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok tak terlalu peduli apakah wakilnya punya latar belakang politik atau tidak. Ia pun mengatakan tak anti dengan politikus. “Saya juga orang poitik. Tapi yang penting (dalam memilih wakil), karakternya teruji,” kata dia.
Selain keduanya, Ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan DKI Jakarta Sarwo Handayani juga tetap dalam radar Ahok. “Saya kenal Bu Yani dua tahun. Saya tahu benar apa yang dia kerjakan, sikapnya bagaimana, kepada DPRD bagaimana, kepada birokrat bagaimana,” kata Ahok.
Terhadap ketiga figur itu –Sarwo Handayani, Bambang DH, dan Djarot Syaiful Hidayat– Ahok percaya Jakarta bisa maju. “Saya akan pikir banyak. Tiga nama itu bagus (menjadi wakil gubernur Jakarta),” ujar mantan Bupati Belitung Timur itu.
Bagaimana dengan Boy? Anggota DPRD DKI Jakarta itu punya satu kekurangan di mata Ahok: belum memiliki pengalaman birokrasi. (Baca: Walau Bukan Pilihan, Boy Siap Dampingi Ahok)