Kepala Bidang Manajemen Rekayasa Lalulintas Dinas Perhubungan DKI Jakarta Masdes Arrofi, Rabu (17/12) mengakui jika pihaknya tidak memasang petunjuk jalur alternatif. "Kalau dipasang jumlahnya akan sangat banyak," kata Masdes kepada CNN Indonesia. Menurutnya informasi mengenai jalur alternatif bisa dipakai selama ini hanya melalui pamflet saja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk lalulintas dari Harmoni menuju Senayan, jalur alternatif yang bisa dipakai yakni sisi barat, melalui Jalan Hayam Wuruk - Jalan Juanda - Jalan Veteran 3 - Jalan Medan Merdeka Utara - Jalan Majapahit - Jalan Abdul Muis - Jalan KH Mas Mansyur - Jalan Karet Pasar Baru - Jalan Galunggung - Dukuh Bawah - Jalan Jenderal Sudirman.
Selain tidak adanya papan penunjuk rute alternatif, spanduk sosialisasi kebijakan juga masih minim terlihat di sepanjang kawasan Thamrin hingga Medan Merdeka Barat. Bahkan, pagi ini terlihat spanduk sosialisasi pembatasan sepeda motor baru dipasang oleh petugas di kawasan Bundaran HI, Jakarta, yang menjadi titik awal pembatasan sepeda motor.
Bukan hanya itu, bus gratis yang disediakan untuk para pengendara motor juga belum banyak beroperasi. Pada hari pertama pelarangan ini hanya ada sembilan bus gratis yang sudah beroperasi. Bus tersebut menurut Masdes disediakan oleh Transjakarta 6 bus, dan 3 bus tingkat City Tour Jakarta.
Kedepan Dishub DKI Jakarta, kata Masdes berencana untuk menambah jumlah bus gratis. Bus ini akan beroperasi dari Semanggi hingga Jalan Gadjah Mada. "Nanti akan ada 30 bus model single gratis yang disediakan oleh Transjakarta," katanya.