Hal tersebut dinilai membuat rumah sakit kewalahan menangani ledakan pasien BPJS dan menyebabkan tertolaknya pasien.
"Kami menemukan ada 20 sampai 40 persen angka rujukan pasien dari Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) ke RS," kata anggota DJSN Soeprayitno ditemui usai konferensi pers di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Pemberdayaan, Jakarta Pusat, Rabu (17/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menengarai persoalan tersebut, dia lantas berharap bisa semakin banyak RS swasta yang memutuskan bekerja sama dengan BPJS agar lebih banyak lagi masyarakat miskin yang bisa berobat.
Senada dengan Soeprayitno, anggota DJSN lainnya, Usman Sumantri, menegaskan keperluan peningkatan akses atas layanan kesehatan menjadi sesuatu yang penting.
Dia lantas mengatakan Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek berencana memperluas 184 rumah sakit rujukan di seluruh Indonesia untuk menyelesaikan persoalan tersebut.