Sejauh ini, sudah ada bantuan yang dikerahkan oleh beberapa negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Australia dan Amerika Serikat. Singapura dan Malaysia masing-masing mengerahkan satu pesawat Hercules jenis C-130 dan tiga kapal laut. (Baca: Malaysia-Singapura Kerahkan Kapal, Bantu Pencarian QZ8501)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pesawat RAAF AP-3C Orion memiliki kemampuan yang sudah terbukti baik dalam pencarian dan penyelamatan. Pesawat ini membawa radar pencarian maritim ditambah inframerah dan sensor elektrooptik untuk mendukung kemampuan pengamatan visual yang disediakan oleh awak yang sangat terlatih," kata Binskin dikutip dari Channel News Asia.
Pencarian untuk hari kedua ini difokuskan pada 7 titik lokasi meliputi Bangka, Singkep, Belitung, Selat Karimata, dan beberapa wilayah darat di bagian barat Kalimantan. Sebagai catatan, koordinat tempat terakhir pesawat terlihat dalam radar Air Traffic Controller adalah 03.36.31 Lintang Selatan dan 109.41.46 Bujur Timur. Koordinat tersebut menunjukkan lokasi di sekitar Tanjung Pandan dan Pontianak, atau di sekitar Selat Karimata.
AirAsia QZ8501 rute Surabaya-Singapura resmi dinyatakan hilang pada 07.55 WIB. Saat kontak terakhir dengan ATC Bandara Soetta, pesawat sedang terbang dengan ketinggian 32 ribu kaki pada pukul 06.12 WIB. Pada pukul 06.16 WIB, pesawat masih terlihat di layar radar. Pada pukul 06.17 WIB, komunikasi terputus dan di layar hanya tampak sinyal ADS-B. Saat itu pesawat sekaligus hilang kontak dengan ATC.