Evakuasi AirAsia

Hari Ini, Evakuasi Terhambat Badai Jangmi

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Kamis, 01/01/2015 06:11 WIB
Hari Ini, Evakuasi Terhambat Badai Jangmi Sejumlah anggota Basarnas membawa 200 kantung jenazah untuk dibawa pesawat patroli maritim CN235 TNI AL menuju Pangkalan Bun Kalteng, di Bandara Depati Amir Pangkal Pinang Bangka Belitung, Selasa (30/12). Tim SAR telah memukan sejumlah benda dan enam jenazah korban hilangnya pesawat AirAsia QZ8501 rute Surabaya-Singapura di Teluk Kumai, Pangkalan Bun, Kalteng. (Antara Foto/Eric Ireng)
Jakarta, CNN Indonesia -- Proses pencarian korban AirAsia QZ8501 diperkirakan akan sedikit terhambat. Hal ini disebabkan karena adanya Jangmi, badai tropis, yang terjadi di Filipina.

"Dengan adanya badai, itu mempengaruhi kecepatan angin Indonesia mulai dari sepanjang Laut Jawa, bagian timur Bangka Belitung," ujar Bidang Penerbangan dan Maritim BMKG Samsul Huda saat dihubungi CNN Indonesia, Rabu (31/12) malam.

Ia menerangkan, kecepatan angin di Indonesia akan sebesar 30-35 knot selama tiga hari kedepan. Bahkan gelombang di Laut Jawa akan cukup tinggi sekitar 2-3 meter.


"Iya, itu akan cukup mempersulit (di laut). Helikopter pun akan sulit," terangnya.

Oleh sebab itu, ia menyarankan untuk melakukan pencarian pada saat kondisi cuaca sedikit lebih tenang, demi keselamatan para tim penyelamat. Untuk esok hari, Samsul menyarankan para tim penyelamat yang akan terbang dari Jakarta menuju Pangkalan Bun sebaiknya berangkat diatas pukul 10.00 WIB, sebab diprediksikan esok pagi akan hujan.

"Kemungkinan besok sangat berawan banyak. Tapi paginya diprediksikan akan hujan. Sebaiknya berangkat agak siang, jam 11 atau 12," tuturnya.

Pagi tadi pesawat Hercules pertama yang diterbangkan dari Pangkalan TNI AU di Lanud Halim Perdanakusuma ke Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah kembali lagi ke markas karena cuaca buruk.

Pesawat Hercules A-1319 yang membawa 21 orang marinir, 11 personel PMI dan 12 kru ini seharusnya mengantarkan tim PMI dan marinir untuk membantu penanganan evakuasi di Pangkalan Bun lalu melesat kembali ke Sektor 5 pencarian untuk menyisir wilayah. Namun, hujan deras yang mengguyur Pangkalan Bun membuat mereka terpaksa harus kembali ke Jakarta.

Tiga kantong berisikan jenasah korban Air Asia QZ 8501 yang telah dievakuasi tim SAR ke Eurocopter SA 365/AS365 Dauphin 2 (Dolphin) milik Basarnas di geladak KRI Bung Tomo (TOM)-357 diatas perairan Laut Jawa, Rabu (31/12). Basarnas dan tim gabungan TNI-Polri melakukan pencarian dan evakuasi korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 rute Surabaya-Singapura yang hilang kontak sejak 28 Desember 2014. (Antara Foto/Lettu Laut (P) Solihin)
(pit/pit)