"Pilot FI merupakan pilot senior dengan jejak rekam bersih," kata Sunu Widyatmoko selaku CEO PT Indonesia AirAsia, kepada media di RS Bhayangkara, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (1/1).
Pilot FI diduga mengonsumsi morfin saat diadakan pemeriksaan urin oleh tim Balai Kesehatan Penerbangan serta Tim Direktorat Kelaikan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan pada Kamis pagi.
Tes tersebut dilakukan secara acak oleh kru pesawat terbang yang hendak terbang dan baru mendarat di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia diinfus. Masih minum obat actived. Biasanya obat batuk bisa menimbulkan hasil positif tapi lanjutannya bisa negatif," ujar Sunu.
Hasil dari inspeksi di Bandara Soetta tidak ada satu pilot yang ditemukan terduga narkoba. Pemeriksaan juga terus dilanjutkan di Bandara Ngurah Rai.
FI segera diperiksa setelah dirinya mendaratkan sebuah pesawat QZ7510 dari Jakarta menuju Bali pukul 08.50 Waktu Indonesia Timur (WIT). FI tadinya hendak melakukan penerbangan lagi dengan menggunakan pesawat QZ7511.
(utd/sip)