Penyalahgunaan Narkotik

Kementerian Punya Target sebelum Tes Narkotik Kru Pesawat

Rosmiyati Dewi Kandi & Agust Supriadi, CNN Indonesia | Kamis, 01/01/2015 15:05 WIB
Kementerian Punya Target sebelum Tes Narkotik Kru Pesawat Ilustrasi. Kementerian Perhubungan menyebut telah memiliki target sebelum melakukan tes narkotik kepada kru pesawat. (CNN Indonesia/Megiza)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perhubungan hari ini merilis kabar soal sampel urin seorang pilot AirAsia Indonesia QZ7510 berinisial FI, diduga positif mengandung narkotik jenis morfin.  Meski pemeriksaan rutin dilakukan, kementerian menyebutkan mereka telah memiliki target sebelum melakukan tes narkotik kepada kru pesawat.

"Kami lakukan tes urine tanpa pemberitahuan sebelumnya karena biasanya kami sudah punya target," kata Muzafar, Direktur Kelaikan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan kepada CNN Indonesia, Kamis (1/1).

Menurut Muzafar menyatakan tes narkotik merupakan kegiatan rutin yang dilakukan kementerian untuk memastikan keselamatan penumpang pesawat. Pernyataan itu sejalan dengan keterangan yang diberikan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Kepala Bagian Humas BNN Komisaris Besar Sumirat Dwiyanto menuturkan, Kementerian Perhubungan telah bekerja sama dengan lembaganya sebagai bentuk pencegahan penyalahgunaan narkoba. Salah satu aktivitas yang dilakukan dalam kerja sama tersebut yaitu melakukan tes urine dan narkotik rutin kepada kru pesawat.


"Karena sudah rutin, informasi kapan waktu tes dilakukan tidak selalu disampaikan ke BNN pusat," kata Sumirat kepada CNN Indonesia, Kamis.

Sumirat menjelaskan, kerja sama dengan Kementerian Perhubungan berarti kementerian memiliki kapasitas untuk meminta BNN melakukan tes narkotik kepada seluruh kru pesawat dari maskapai di Indonesia. Di luar kerja sama itu, sejumlah maskapai bahkan meminta kerja sama sendiri dengan BNN untuk pencegahan penyalahgunaan narkotik.

"Karena tes adalah program Kemenhub, hasilnya juga kami rilis ke Kemenhub. Kami tidak bisa sampaikan ke masyarakat. Tindak lanjutnya juga dilakukan oleh Kemenhub, yang pasti ini adalah bentuk pencegahan," ujarnya.

Seperti disampaikan Muzafar, tes narkotik yang merupakan agenda pencegahan rutin dilakukan setiap awal dan akhir bulan.

Sementara itu, informasi bahwa pilot AirAsia berinisial FI ddiuga positif mengonsumsi narkoba jenis morfin pertama kali dirilis oleh Staf Khusus Menteri Perhubungan Hadi M Djuraid.  (rdk/sip)