"Kami lakukan tes urine tanpa pemberitahuan sebelumnya karena biasanya kami sudah punya target," kata Muzafar, Direktur Kelaikan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan kepada CNN Indonesia, Kamis (1/1).
Menurut Muzafar menyatakan tes narkotik merupakan kegiatan rutin yang dilakukan kementerian untuk memastikan keselamatan penumpang pesawat. Pernyataan itu sejalan dengan keterangan yang diberikan Badan Narkotika Nasional (BNN).
Kepala Bagian Humas BNN Komisaris Besar Sumirat Dwiyanto menuturkan, Kementerian Perhubungan telah bekerja sama dengan lembaganya sebagai bentuk pencegahan penyalahgunaan narkoba. Salah satu aktivitas yang dilakukan dalam kerja sama tersebut yaitu melakukan tes urine dan narkotik rutin kepada kru pesawat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sumirat menjelaskan, kerja sama dengan Kementerian Perhubungan berarti kementerian memiliki kapasitas untuk meminta BNN melakukan tes narkotik kepada seluruh kru pesawat dari maskapai di Indonesia. Di luar kerja sama itu, sejumlah maskapai bahkan meminta kerja sama sendiri dengan BNN untuk pencegahan penyalahgunaan narkotik.
Seperti disampaikan Muzafar, tes narkotik yang merupakan agenda pencegahan rutin dilakukan setiap awal dan akhir bulan.
Sementara itu, informasi bahwa pilot AirAsia berinisial FI ddiuga positif mengonsumsi narkoba jenis morfin pertama kali dirilis oleh Staf Khusus Menteri Perhubungan Hadi M Djuraid. (rdk/sip)