"Tapi itu baru info awal, besok (Jumat, 2/1), baru akan kami tindaklanjuti," katanya kepada CNN Indonesia, Kamis (1/1).
Muzafar menyebut, tes narkoba rutin dilakukan setiap awal dan akhir bulan. Langkah itu dilakukan guna memastikan keselamatan penumpang pesawat udara.
"Kami lakukan tes urin itu tanpa pemberitahuan sebelumnya karena biasanya kami sudah punya target," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan Kementerian Perhubungan senada dengan yang disampaikan Badan Narkotika Nasional (BNN). Kepala Bagian Humas BNN Komisaris Besar Sumirat Dwiyanto menuturkan, tes urine untuk pilot dan kru kabin merupakan rutinitas setelah ada kerja sama antara kementerian dengan BNN.
Sumirat mengatakan, BNN tidak akan mempublikasikan hasil tes urine maupun narkoba kepada publik. Karena tes tersebut merupakan agenda kementerian yang dijalankan oleh petugas BNN.
"Semua hasil tes diserahkan ke Kemenhub. Mereka yang akan menindaklanjuti. Tapi perlu dipahami bahwa kegiatan ini merupakan bentuk preventif dari Kemenhub, bukan langkah penindakan BNN," katanya. (rdk/sip)