Bandara dengan panjang landasan pacu 2.120 meter dan lebar 30 meter itu menjadi pusat transit evakuasi jenazah dari Selat Karimata menuju Surabaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peningkatan aktivitas lalu lintas udara tersebut akibat kesibukan evakuasi korban yang bolak-balik dari Bandara Iskandar ke lokasi pencarian di Selat Karimata. Juga akibat pendaratan berbagai helikopter dan pesawat asing yang membantu operasi pencarian.
Peningkatan aktivitas lalu lintas udara di Pangkalan Bun otomatis membuat operator menara pengawas harus bekerja siang dan malam. "Biasanya pukul 19.00 WIB operator ATC sudah bisa pulang. Kini mereka bekerja 24 jam," ujar Saiful.
Meski demikian, peningkatan lalu-lintas udara tim pencari tersebut tidak mengganggu jalur pesawat komersial. "Ada prioritas aktivitas lepas landas dan mendarat yang kami atur," kata Saiful.
Pesawat atau helikopter yang menggunakan landasan bandara untuk keperluan evakuasi akan mendapat prioritas utama. Prioritas berikutnya untuk pesawat kepresidenan atau pejabat, dan yang terakhir pesawat komersial.
"Sejauh ini kami belum pernah mendapati bentrokan lalu-lintas udara. Semua berjalan lancar sesuai kebutuhan," ujar Saiful.
Meski aktivitas tim evakuasi udara intens, Saiful yakin jalur udara di wilayah langit Selat Karimata tidak akan mengganggu penerbangan pesawat komersial. "Semua masih terkendali meski kami akui sepekan ini tim ATC cukup kewalahan," kata dia. (utd/agk)