Butuh sinergi semua pihak untuk mencapai target swasembada pangan. "Harus bersinergi dan menghilangkan ego sektoral," kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Balai Kartini, Jakarta Selatan. Sinergi itu, menurutnya, termasuk dengan menerjunkan TNI AD untuk mewujudkan swasembada pangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amran menyatakan penyuluhan adalah satu dari lima persolan besar yang menghambat kemajuan di bidang pertanian. Empat masalah lainnya adalah sarana irigasi, benih, pupuk, dan peralatan mesin pertanian.
Sementara Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan untuk menindaklanjuti kerjasama ini, beberapa personel TNI AD sudah melakukan kunjungan ke Bone. "Pengetahuan penyuluhan yang didapat di sana nanti akan dikembangkan di Kodam masing-masing," kata dia.
Gatot membantah keterlibatan TNI dalam sektor pertanian ini akan mengganggu tugas utama mereka dalam menjaga pertahanan negara. Menurutnya, sektor pertahanan mencakup dua sisi, yakni kekuatan persenjataan dan kekuatan sosial.
"Undang-Undang mengatur ada operasi militer perang dan non-perang. Maka esatuan masyarakat dengan TNI tidak bisa dipisahkan," katanya. Gatot mengibaratkan, jika rakyat adalah raga, maka TNI adalah jiwa dari badan tersebut. (sur/agk)