“Kalau masalah Kapolri, kami ajukan semuanya kepada beliau (Presiden). Tinggal beliau nanti memutuskan mana yang akan dipilih,” kata Tedjo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat malam (9/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika ditanya apakah kesembilan calon tersebut diajukan tanpa proses seleksi, Tedjo membenarkan. Menurut dia, semua calon itu memenuhi syarat untuk menjadi Kapolri.
“Mestinya (diumumkan) Oktober (saat Sutarman pensiun). Tapi terserah beliau. Mau sekarang boleh, besok boleh, Oktober boleh,” kata dia.
Terkait rekening gendut yang diduga dimiliki oleh dua calon Kapolri, Komjen Budi Gunawan dan Komjen Badrodin Haiti, Tedjo meminta bukti kuat. "Punya datanya? Kalau memang benar (ada rekening gendut), pasti beliau (Presiden) punya pertimbangan lain. Tapi jangan bilang ada rekening gendut kalau tidak ada bukti. Saya tidak membela. Artinya jangan menghakimi orang tanpa bukti," kata dia.
Ihwal belum dilibatkannya Komisi Pemberantasan Korupsi dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam proses seleksi Kapolri, menurut Tedjo, karena belum dibutuhkan. Jika nanti Presiden merasa memerlukan bantuan kedua lembaga itu untuk menyeleksi lebih lanjut, maka akan dilibatkan. (agk)