Petisi ini pertama kali digagas oleh anggota Badan Pekera Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho pada Jumat (9/1) petang lalu. Beberapa jam setelah dipublikasikan, petisi ini meraup 228 dukungan. Hingga Selasa (13/1) siang ini dukungan terhadap petisi berjudul "Jokowi, Jangan "Menutup Mata" dalam Memilih Calon Kapolri!" ini telah mencapai 7.880 dukungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Meski pemilihan merupakan hak prerogatif, namun jika salah pilih maka dampaknya akan merusak kepercayaan publik terhadap pemerintah,” tulis Eson dalam petisi. Budi Gunawan pernah menjabat sebagai ajudan Megawati saat Ketua Umum PDIP itu menjadi Presiden.
“Petisi ini akan tetap dilanjutkan sebagai bentuk protes atas langkah Jokowi menunjuk Budi Gunawan,” katanya.
Budi Gunawan adalah calon tunggal Kapolri yang diajukan Jokowi. Kepala Lembaga Pendidikan Polri itu akan menjalani uji kepatutan dan kelayakan pada bulan ini oleh Komisi III DPR.
Pencalonan Budi Gunawan mengundang pertanyaan publik. Pasalnya, Budi sempat terserempet kasus rekening gendut. Rekeningnya dinilai tak wajar oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Keuangan (PPATK).
Bahkan PPATK dan KPK tak dilibatkan Jokowi untuk menelusuri rekam jejak Budi Gunawan. Padahal Jokowi meminta pertimbangan KPK saat menyeleksi calon menterinya. (sur/sip)