Wiranto pun menegaskan, keputusan rapat paripurna DPR yang menetapkan Budi menjadi Kapolri pengganti Jenderal Polisi Sutarman bukanlah keputusan yang dibuat dengan tergesa-gesa dan gegabah. Para anggota dewan, menurut Wiranto, telah mempertimbangkan jejak rekam karir Budi yang saat ini memimpin Lembaga Pendidikan Polri.
"Pro-kontra ini dapat berakhir jika pembahasan Budi Gunawan berkisar pada kriteria calon kapolri yang dikehendaki bersama, yakni yang berkualitas, berkompetensi dan mampu menghadapi tantangan penegakan hukum," kata Wiranto.
Wiranto menuturkan, dia memberikan pandangan seperti itu karena berpengalaman bekerja dengan orang nomor satu di Trunojoyo. Saat menjabat Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Kemanan serta Menteri Pertahanan, Wiranto berada di atas Kapolri secara struktural.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun dia menegaskan, Jokowi dapat memilih siapa pun perwira tinggi Polri untuk menggantikan Sutarman, asalkan pilhan tersebut didasarkan pada penilaian kompetensi.
Sebelumnya, Kamis (15/1) kemarin, Wiranto terlihat sempat mengunjungi Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Tak hanya Wiranto, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar juga merapat ke rumah Megawati di Teuku Umar, Menteng, Jakarta.
"Kami sepakat untuk duduk bersama ketika pemerintah menghadapi persoalan yang berkaitan dengan partai pengusung Koalisi Indonesia Hebat. Kami bermusyawarah untuk memberikan solusi terbaik," ujar Wiranto. (meg/sip)