"Penyidik tidak punya alasan hukum untuk menahan Bambang. Dia adalah pejabat negara," kata Todung usai mengunjungi pimpinan KPK itu di kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Sabtu dini hari (23/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak setuju. Tidak mungkin Bambang melakukan itu," ujarnya.
Bambang ditetapkan Kabareskrim Polri sebagai tersangka dalam kasus pemberian keterangan palsu di persidangan sengketa Pilkada Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, tahun 2010, saat menjadi pengacara salah satu pasangan calon dalam sengketa itu. Ia terancam hukuman tujuh tahun penjara.
Sebelumnya, sumber CNN Indonesia di KPK menceritakan Bambang sudah merasa akan dijerat dengan kasus yang terjadi di masa lalu. Kepada sejumlah staf di lembaga antikorupsi itu, ia sempat mengatakan soal perkiraan kasus yang bakal disangkakan kepadanya. “Dia cerita kemungkinan akan dikaitkan degan dua kasus, yakni Pilkada Kotawaringin Barat dan Trisakti,” ujar sumber itu.
Terbukti, Polri tadi pagi menangkap Bambang usai mengantarkan anaknya berangkat sekolah. (agk)