Namun, dia mengatakan pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI) sudah berhenti melakukan pencarian dan tengah menunggu keputusan resmi. "Sebagian sudah kembali ke Jakarta, sebagian lainnya masih menunggu di Pangkalan Bun," kata Supriyadi kepada CNN Indonesia, Selasa (27/1).
Sambil menunggu keputusan resmi tersebut, semua tim evakuasi dan pencarian dari Basarnas diberikan libur dua hari, terhitung mulai besok, Rabu (28/1). "Kami sudah bekerja siang-malam, setiap hari, mulai dari Senin sampai Minggu. Tim sudah kelelahan, sementara libur dulu," kata Supriyadi.
Supriyadi juga mengungkapkan, pihaknya kemungkinan akan melakukan operasi reguler bila pusat memutuskan menghentikan pencarian. "Operasi reguler akan dilakukan sepanjang tahun, di mana kalau ada informasi, kami akan kerja," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi kekecewaan para keluarga korban terkait penghentian pencarian jenazah, Sunu mengatakan hal itu terpaksa dilakukan karena faktor cuaca yang tidak bagus. "Nampaknya kondisi teknis dan cuaca yang menyebabkan kegiatan evakuasi tidak optimal," kata Sunu.
"Mungkin kami akan melakukan operasi reguler dengan bantuan dari nelayan dan komunitas sekitar untuk mencari korban lain," kata Kepala Divisi Operasi Basarnas Mayor Jenderal Tatang Zaenudin.
Imam Sampurno, salah satu keluarga korban menyatakan pasrah. "Kami hanya bisa berharap pencarian akan berlanjut. Namun, bila itu dihentikan, tidak ada yang bisa saya lakukan. Saya pasrah saja," katanya. (meg/sip)