"Kalau hitungannya kami bertiga, tidak ada satupun dari kami bertiga yang masuk dalam tim jadwal Presiden. Tidak ada," ujar Andi di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia pun heran bagaimana bisa tiga orang yang tidak memiliki kewenangan untuk menetapkan jadwal Presiden dituding menghalangi waktu pertemuan Jokowi dengan siapapun, termasuk PDIP
"Saya tidak ikut dan tidak tahu. Saya bersama Mensesneg sampai magrib dan kami pulang jam 21.30 WIB," kata Andi.
Sebelumnya anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP, Masinton Pasaribu, menyebutkan bahwa ada beberapa pihak di lingkaran Istana yang dianggap ingin memisahkan Jokowi dengan partai pendukungnya. Hal itu disampaikan Masinton setelah dia memperoleh informasi bahwa Jokowi merasa tertekan oleh partai politik pendukungnya terkait polemik KPK-Polri, termasuk soal jadi-tidaknya Komjen Pol Budi Gunawan sebagai Kapolri.
Jokowi disebut bersitegang dengan Ketua Umum PDIP Megawati. Ketegangan itu diduga makin meruncing pasca sang Presiden menolak keinginan Ketua Umum PDIP itu untuk melantik Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri. Penolakan itu dikemukakan Jokowi ke Megawati dalam pertemuan antara mereka bersama para pemimpin partai politik Koalisi Merah Putih di Istana Merdeka, kemarin sore.
Isi pertemuan itu diceritakan Jokowi kepada Ketua Tim 9 Syafii Marif via telepon. Menurut Syafii, Mega berkukuh meminta Budi Gunawan dilantik sebagai Kapolri. Sebaliknya, Jokowi berkeras tak mau melantik Budi Gunawan karena status hukumnya sebagai tersangka kasus rekening gendut di KPK. (utd/agk)