Kompolnas menilai Budi Waseso layak menjadi calon Kapolri. “Dia delapan tahun menjadi anggota Provos. Di Paminal (Pengawasan Internal) Polri juga terkenal sangat tegas, bersih dan tidak mentolerir kesalahan,” kata Komisioner Kompolnas M. Nasser kepada CNN Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Putra Budi Gunawan dan putri Budi Waseso, menurut Nasser, sekedar berteman. “Itu biasa, anak-anak saling kenal. Masih mahasiswa kedokteran, masih panjang jalannya,” kata dia.
Sebelumnya, Budi Waseso berkali-kali meminta agar putrinya tak dibawa-bawa dalam urusan Polri. “Jangan dipelesetkan ke sana (asmara). Kasihan mereka tidak tahu apa-apa. Jangan dilibatkan dan dilebarkan ke mana-mana,” kata dia, Sabtu (31/1).
Budi Waseso mengatakan pelibatan putrinya merupakan pelanggaran hak asasi manusia. “Itu tidak baik. Pelanggaran HAM kepada anak saya, kasihan. Fokus pada masalah pokok saja, jangan dibawa ke mana-mana,” ujar Budi lagi.
Budi Waseso dikabarkan dekat dengan Budi Gunawan antara lain karena selalu mendampingi Budi Gunawan dalam uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR. Namun Budi Waseso membantah dekat dengan Budi Gunawan.
"Saya ini Kasespim (Kepala Sekolah dan Staf Pimpinan Polri) di bawah Kalemdikpol (Kepala Lembaga Pendidikan Polri) Budi Gunawan. Jadi sudah sewajarnya mendampingi atasan. Tak ada istilah dekat dengan Pak Budi. Jangan berpikir begitu," kata Budi Waseso, Selasa (20/1).
Kini Budi Waseso yang baru 17 hari menjabat Kabareskrim, siap menjadi calon Kapolri bila Budi Gunawan batal dilantik Presiden sebagai Kapolri. Menurutnya, prajurit Polri harus siap menjalankan amanah apapun yang diberikan negara. (agk)