Ratusan massa dari kalangan buruh, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), menggelar aksi sebagai bentuk dukungan terhadap KPK. Sementara massa yang mengaku datang dari Aliansi Save Indonesia (ASI) menuntut penyelesaian kasus yang menimpa pimpinan KPK.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Massa pun saling meneriakkan tuntutan. Namun peralatan audio yang dibawa kelompok buruh lebih lengkap dan menghasilkan suara yang menggelegar. Alhasil, teriakan massa ASI terdengar timbul-tenggelam, bahkan nyaris tidak terdengar.
Merasa kehabisan akal, kelompok ASI akhirnya memboyong lima penari seksi untuk menarik perhatian awak media. Mengenakan celana jeans mini dan pakaian putih ketat, para sexy dancer itu meliuk-liukkan tubuhnya di tengah jalan.
Aksi mereka berhasil mengalihkan perhatian. Lima penari itu dikerubungi wartawan dan para peserta aksinya sendiri.
Lantas di tengah tarian mereka, seorang koordinator aksi menebar foto pimpinan KPK Abraham Samad, Bambang Widjojanto, dan petinggi Polri Budi Gunawan dan Budi Waseso.
Si penari diinstruksikan untuk melempar telor dan tomat busuk ke arah foto-foto tersebut. Mereka pun kembali menari sambil menginjak-injakkan kakinya di atas foto para pimpinan dua lembaga penegak hukum itu. (agk)