"Rencananya tim ini akan mulai beroperasi pada bulan April. Konsep sudah matang tinggal evaluasi sedikit lagi jadi kalau bisa tim ini akan beroperasi tepat pada Hari Kartini, 21 April," kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Meneg PPA) Yohana Susana Yembise di Kementerian PPA, Jakarta, Senin (9/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data dari Komnas Anak, terdapat 21.689.797 kasus kekerasan telah menimpa anak-anak di Indonesia dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Kondisi ini terjadi di 34 provinsi dan 179 kabupaten atau kota. Sebanyak 58 persen dari kasus tersebut merupakan kasus kejahatan seksual, kekerasan fisik, penelantaran, penculikan, eksploitasi ekonomi, perdagangan anak untuk eksploitasi seksual komersial serta perebutan anak.
Dengan pembentukan satgas Srikandi tersebut, Yohana berharap pemerintah mampu menekan angka kekerasan serta meningkatkan angka pendidikan pada perempuan dan anak. Menurutnya, peningkatan angka pendidikan atau berkurangnya tingkat buta huruf secara langsung akan memengaruhi Human Development Index (HDI) yang merupakan satuan atau indikator sumberdaya manusia suatu negara.
"Dengan menarik dan merekrut perwakilan daerah saya yakin, paling tidak mereka akan sangat detail mengetahui apa penyebab dan apa solusi yang tepat terutama bagi daerah perwakilan mereka," tutupnya. (utd/agk)