Berdasarkan informasi yang dihimpun CNN Indonesia, peristiwa bermula saat sang suami hendak menjemput istrinya yang merupakan pegawai KPK. Si suami yang mengendarai mobil pribadi sudah merasakan keanehan sejak berangkat dari rumah. Ia merasa dikuntit oleh sepeda motor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah memarkir mobil, suami karyawan KPK itu tak langsung turun dari mobilnya. Dia merasa ada yang janggal, terlebih sejak dipepet motor di tengah jalan. Lagi-lagi betul, saat itu tiba-tiba satu dari dua motor yang menguntitnya sudah ada persis di belakang mobil dia yang baru saja diparkir.
Suami karyawan KPK itu pun turun dari mobil, ingin bertanya ada apa gerangan. Namun tak disangka, orang yang berjalan ke depan mobilnya mendadak mengeluarkan sepucuk pistol dari pinggang, menodongkannya ke arah dia.
Sang suami yang hanya hendak menjemput istrinya pun lari tunggang-langgang ke petugas jaga di pos satpam KPK. “Pak, tolong! Saya mau dibunuh,” kata dia dengan panik sambil gemetar.
Sambil menjelaskan kronologi teror ke petugas jaga, sang suami tak sedetik pun melepas telepon selular. Ia juga memberitahukan ancaman itu kepada sang istri yang masih berada di dalam Gedung KPK.
Alhasil, KPK genting. Suasa malam itu seketika tegang. Seluruh karyawan KPK merasa terancam, bertanya-tanya siapa gerangan orang yang membawa-bawa pistol di sekitar gedung tempat mereka bekerja.
Keesokannya, Rabu malam (11/2), Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengungkapkan ancaman itu kepada publik, meski tak secara detail.
“Stadium ancaman sangat eskalatif karena menyangkut nyawa. Ancaman serius itu bukan hanya menimpa staf dan karyawan, tapi sudah melebar ke keluarga," ujar Bambang.
KPK pun langsung menghubungi Presiden Jokowi, Polri, Tim 9, dan Komnas HAM terkait ancaman itu. Komnas HAM saat ini masih mengumpulkan data dan informasi dari saksi dan korban mengenai teror tersebut, menyusul pengaduan beberapa pegawai KPK mereka terkait teror yang menimpa mereka.
"Per Kamis kemarin (12/2), sudah ada empat pegawai KPK yang melapor ke kami. Dari empat itu, satu orang punya data lebih lengkap. Dia diteror sekeluarga. Anak istrinya juga diteror. Ini beda dengan kasus pegawai yang suaminya ditodong pistol," kata Komisioner Komnas HAM Sandra Moniaga.
KPK kini menambah pengamanan dan kamera pengawas atau CCTV. Sedikitnya lima CCTV tambahan dipasang di area luar halaman Gedung KPK, salah satunya di pintu masuk samping KPK yang tak jauh dari lokasi penodongan. (agk)