Menghadapi todongan pistol dari orang tak dikenal berbadan tegap itu, suami pegawai KPK itu pun lari tunggang-langgang. Ia langsung menuju petugas jaga di pos satpam KPK. “Pak, tolong! Saya mau dibunuh,” katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sang suami yang masih berada di luar gedung, lantas dibawa petugas jaga ke lobi gedung, sementara petugas lain mengecek lokasi tempat dia diteror, yakni di bahu jalan samping kanan kantor KPK yang biasa dijadikan tempat parkir.
Demi keamanan, staf KPK dan suaminya itu akhirnya pulang ke rumah mereka dikawal petugas Kepolisian dari Direktorat Pengamanan Objek Vital Polda Metro Jaya yang sehari-harinya mengamankan areal Gedung KPK.
Kronologi peristiwa itu dihimpun CNN Indonesia dari berbagai sumber di internal KPK. Mereka mengatakan teror itu nyata.
Bukan hanya satu pegawai yang menerima ancaman. Saat ini ada dua pegawai KPK yang telah secara resmi mengadukan teror terhadap mereka dan keluarga mereka kepada Komnas HAM. Komnas HAM saat ini masih mengumpulkan data serta informasi dari saksi dan korban mengenai teror tersebut.
"Per Kamis kemarin (12/2), sudah ada empat pegawai KPK yang melapor ke kami. Dari empat itu, satu orang punya data lebih lengkap. Dia diteror sekeluarga. Anak istrinya juga diteror. Ini beda dengan kasus pegawai yang suaminya ditodong pistol," kata Komisioner Komnas HAM Sandra Moniaga.
KPK kini menambah pengamanan dan kamera pengawas atau CCTV. Sedikitnya lima CCTV tambahan dipasang di area luar halaman Gedung KPK, salah satunya di pintu masuk samping KPK yang tak jauh dari lokasi penodongan. (agk)