Hal tersebut dibenarkan oleh sumber internal CNN Indonesia di KPK. Menurutnya, peristiwa teror terhadap KPK benar terjadi, bukan bualan untuk mencari simpati publik seperti yang dituduhkan sebagian orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keesokannya, Rabu (11/2), KPK menambah pengamanan dan kamera pengawas atau CCTV. Sedikitnya lima CCTV tambahan dipasang di area luar halaman Gedung KPK, salah satunya di pintu masuk samping KPK yang tak jauh dari lokasi penodongan.
KPK pun langsung menghubungi Presiden Jokowi, Polri, Tim 9, dan Komnas HAM terkait ancaman itu. Pegawai KPK yang diteror itu –tak hanya satu– juga secara resmi mengadukan teror terhadap mereka dan keluarga mereka kepada Komnas HAM.
Komnas HAM akan menggelar investigasi atas laporan teror itu dengan meminta keterangan dari saksi dan korban. "Per Kamis kemarin (12/2), sudah ada empat pegawai KPK yang melapor ke kami. Dari empat itu, satu orang punya data lebih lengkap. Dia diteror sekeluarga. Anak istrinya juga diteror. Ini beda dengan kasus pegawai yang suaminya ditodong pistol," kata Komisioner Komnas HAM Sandra Moniaga.
Sementara Presiden Jokowi memerintahkan pelaku teror ditangkap. Jokowi telah bertemu dengan pimpinan KPK dan Polri untuk membicarakan teror tersebut. Mereka membahas perlindungan yang akan diberikan pemerintah kepada para penyidik KPK. (agk)