“Per Kamis kemarin (12/2), sudah ada empat pegawai KPK yang melapor ke kami. Dari empat itu, satu orang punya data lebih lengkap. Dia diteror sekeluarga. Anak istrinya juga diteror,” kata Komisioner Komnas HAM Sandra Moniaga kepada CNN Indonesia, Jumat (13/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selasa malam (10/2), suami pegawai KPK yang hendak menjemput istrinya di Gedung KPK merasa dikutit oleh sepeda motor sejak berangkat dari rumah. Ada dua motor yang membuntutinya. Di tengah perjalanan, salah satu motor itu memepet mobil suami karyawan KPK itu. Motor tersebut ditumpangi oleh dua orang.
Tiba-tiba salah satu penumpang motor turun dan berjalan ke depan mobilnya. Terlihat ia dan rekannya yang berada di motor sama-sama berbadan tegap. Suami pegawai KPK itu pun turun dari mobil, ingin bertanya ada apa gerangan.
Namun tak disangka, orang yang berjalan ke depan mobilnya mengeluarkan sepucuk pistol dari pinggang, menodongkannya ke arah dia. Dia pun lari tunggang-langgang ke petugas jaga di pos satpam KPK.
“Pak, tolong! Saya mau dibunuh,” kata dia dengan panik sambil gemetar. Dia dan istrinya yang pegawai KPK akhirnya pulang ke rumah mereka dikawal petugas Kepolisian dari Direktorat Pengamanan Objek Vital Polda Metro Jaya yang sehari-harinya mengamankan areal Gedung KPK. Kini mereka diungsikan dari rumah mereka.
Terkait teror-teror tersebut, KPK juga telah menghubungi Presiden Jokowi, Polri, dan Tim 9. Jokowi memerintahkan pelaku teror ditangkap. Ia pu bertemu dengan pimpinan KPK dan Polri untuk membicarakan perlindungan yang akan diberikan pemerintah kepada para penyidik KPK. (agk)