"Saya mendampingi Pak Wakapolri sampai solat Jumat tadi. Tidak ada laporan apapun ihwal itu," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Inspektur Jenderal Ronny Sompie kepada CNN Indonesia, Jumat (13/2).
Karena tidak menerima laporan, Ronny mengatakan hingga kini kepolisian tidak bisa melakukan tindak lanjut apapun. "Bagaimana bisa kami bergerak kalau kami tidak diberitahu siapa orang yang teridentifikasinya," ujar Ronny.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Identifikasi pelaku tersebut dilakukan setelah empat pegawai KPK melaporkan aksi teror terhadap mereka ke Komnas HAM. Satu orang diantaranya menyertakan data lengkap sehingga pelakunya bisa langsung dikejar oleh pihak berwenang.
Tiba-tiba salah satu penumpang motor turun dan berjalan ke depan mobilnya. Suami pegawai KPK itu pun turun dari mobil, ingin bertanya ada apa gerangan.
Namun tak disangka, orang yang berjalan ke depan mobilnya mengeluarkan sepucuk pistol dari pinggang, menodongkannya ke arah dia. Dia pun lari tunggang-langgang ke petugas jaga di pos satpam KPK.
Dia dan istrinya yang pegawai KPK akhirnya pulang ke rumah mereka dikawal petugas Kepolisian dari Direktorat Pengamanan Objek Vital Polda Metro Jaya yang sehari-harinya mengamankan areal Gedung KPK. Kini mereka diungsikan dari rumah mereka.
KPK kini menambah pengamanan dan kamera pengawas atau CCTV. Sedikitnya lima CCTV tambahan dipasang di area luar halaman Gedung KPK, salah satunya di pintu masuk samping KPK yang tak jauh dari lokasi penodongan. (utd)