Pemkot Bogor Gandeng MUI Kawal Kasus Penyerangan Az-Zikra

Resty Armenia, CNN Indonesia | Jumat, 13/02/2015 17:29 WIB
Pemkot Bogor Gandeng MUI Kawal Kasus Penyerangan Az-Zikra Pendiri Majelis Taklim Az-Zikra Muhammad Arifin Ilham menggelar doa dan zikir bersama pimpinan KPK di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Selasa, 12 Desember 2014. (DetikFoto/ Rachman Hariyanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bogor Nurhayati mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengatasi masalah penyerangan majelis Az-Zikra pimpinan Arifin Ilham.

"Kami sudah rapat koordinasi dengan pimpinan dengan mengikutsertakan MUI. Jadi, artinya ikut mensosialisasikan, lah, untuk menggiring mereka," ujar Nurhayati di kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (13/2).

Lebih jauh lagi, Nurhayati mengatakan pihaknya telah melaporkan soal kejadian ini kepada pihak kepolisian. "Ini, kan, sudah ditangani kepolisian. Nanti ditunggu saja hasil kepolisiannya," kata dia.


Nurhayati kemudian berharap semua pihak untuk mampu menjaga suasana kondusif di masyarakat. Mengenai penyerangan majlis Az-Zikra, Nurhayati mengatakan penyesalan adanya tindakan tersebut.

Sementara itu, MUI menyerukan agar penyerangan atas Kampung Majlis Az Zikra diusut tuntas. Ketua MUI Amidhan menyatakan polisi yang menangani kasus kekerasan tersebut mesti mengungkap pelaku sebenarnya.

“Harus dilaporkan ke polisi agar diusut untuk diketahui secara jelas siapa pelaku penyerangannya,” kata Amidah saat dihubungi CNN Indonesia, Kamis (12/2).

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Bogor masih belum melaporkan identitas pelaku berjumlah 38 orang yang menyerang mesjid Az-Zikra pada Rabu (11/2) malam tersebut. Sebagian kalangan sempat menghubungkan serangan tersebut dengan kelompok Islam minoritas tertentu. Namun, Ketua Dewan Syuro Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) Jalaludin Rakhmat menyatakan penyerangan Az-Zikra bukan dilakukan oleh kelompok Syiah.

"Kenapa tiba-tiba langsung menyebut itu Syiah? Itu bukan Syiah," kata Jalaluddin kepada CNN Indonesia, Kamis (12/2). (utd/utd)