"Kami tidak ada maksud impeachment. Kami cuma mengajukan hak angket," kata Johnny di Gedung DPRD, Jakarta, Senin (16/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Johnny juga menyampaikan bahwa DPRD merasa dibohongi oleh tindakan yang dilakukan oleh Pemprov DKI. Hal ini disebabkan rancangan yang diajukan kepada Kemendagri berbeda dengan saat yang disepakati pada rapat paripurna pengesahan RAPBD DKI 2015 akhir Januari lalu.
"Saya sebagai Ketua DPRD merasa ditipu. Ibaratnya saya menyuruh eksekutif membeli rokok Djarum, ternyata yang dibeli adalah rokok Dji Sam Soe. Saya harus bertanggung jawab kepada 106 anggota DPRD," kata Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi di Gedung DPRD, Jakarta, Jumat (13/2) petang.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjelaskan bahwa dalam sistem e-budgeting, setelah RAPBD disetujui dalam paripurna maka tandatangan tersebut tak lagi diperlukan. Seluruh anggaran sudah dimasukkan dalam sistem e-budgeting.
Lebih lanjut, Ahok memaparkan dengan sistem tersebut maka anggaran sudah terkunci dan tidak bisa lagi diubah-ubah oleh sembarangan orang. Hal inilah yang dianggap melanggar prosedur oleh DPRD, karena menurut DPRD draft yang diajukan pada Kemendagri seharusnya sama persis dengan draft pascaparipurna pengesahan. (utd)