Mantan Kapolri Keluhkan Minimnya Apresiasi untuk Polisi
Yohannie Linggasari | CNN Indonesia
Jumat, 06 Mar 2015 06:14 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Kapolri Jenderal (Purn) Chairuddin Ismail mengeluhkan minimnya apresiasi masyarakat kepada kepolisian. Ia menilai korps bhayangkara kerap disalahkan atas berbagai konflik yang terjadi.
Padahal menurut Chairuddin, polisi adalah petugas yang dibanggakan atas jasanya menjaga dan mengayomi masyarakat. "Sudah gaji kecil, masih disalahkan terus," kata Chairuddin saat ditemui seusai diskusi di Kampus Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta kemarin.
Rata-rata petugas kepolisian menurutnya bergaji sekitar Rp 2,5 juta. Dengan gaji minim tersebut, polisi harus siap bertugas kapan saja tak peduli panas atau hujan.
"Bayangkan, prajurit itu, gajinya mungkin hanya sekitar Rp 2,5 juta. Dia hujan-hujanan sampai kelelahan, tetapi masih disalahkan terus," katanya. Chairuddin menilai, polisi bakal sulit bekerja maksimal jika masyarakat selalu menyalahkan.
Soal dugaan rekening gendut dinilainya harus disikapi dengan asas praduga tak bersalah. Semuanya harus dibuktikan melalui mekanisme penegakan hukum.
Ke depannya, Chairuddin menyarankan agar kepolisian bisa lebih aktif menjalin hubungan baik dengan lembaga lainnya, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi atau Kejaksaan Agung.
"Harus punya teman dekat di lembaga lain. Jadi, berkumpul bukan hanya bila ada persoalan. Mereka harus saling berteman meski tidak ada masalah," ujarnya.
Penguatan Polri secara internal juga dinilai tak kalah penting. "Solidaritas dan kesetiakawanan dalam tubuh Polri harus dibangun. Anak bawah di lapangan harus diberikan perhatian," kata Kapolri era Presiden Abdurrahman Wahid ini. (sur)
Padahal menurut Chairuddin, polisi adalah petugas yang dibanggakan atas jasanya menjaga dan mengayomi masyarakat. "Sudah gaji kecil, masih disalahkan terus," kata Chairuddin saat ditemui seusai diskusi di Kampus Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal dugaan rekening gendut dinilainya harus disikapi dengan asas praduga tak bersalah. Semuanya harus dibuktikan melalui mekanisme penegakan hukum.
"Harus punya teman dekat di lembaga lain. Jadi, berkumpul bukan hanya bila ada persoalan. Mereka harus saling berteman meski tidak ada masalah," ujarnya.
Penguatan Polri secara internal juga dinilai tak kalah penting. "Solidaritas dan kesetiakawanan dalam tubuh Polri harus dibangun. Anak bawah di lapangan harus diberikan perhatian," kata Kapolri era Presiden Abdurrahman Wahid ini. (sur)