Anggota Panitia Angket Selamat Nurdin dari Fraksi PKS DPRD DKI mengatakan timnya memanggil Veronica pekan depan, Senin (16/3), untuk menggali informasi seputar pengelolaan dana Corporate Social Responsility (CSR) di DKI Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Selamat enggan memberikan keterangan lebih lanjut soal program CSR yang terkait istri Ahok.
Ongen menyebut ada aliran dana CSR dari swasta ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Selain soal CSR itu, Veronica juga akan dicecar soal proyek revitalisasi Kota Tua yang rapatnya bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI pernah ia hadiri. (Baca: DPRD Panggil Pejabat DKI yang rapat bersama istri Ahok)
“Itu (revitalisasi Kota Tua) kan pakai dana CSR. Kami mau tahu pelaksana proyek itu siapa saja,” ujar Selamat.
Oleh sebab itu, menurutnya, ada kaitan antara dana CSR dan proyek revitalisasi Kota Tua, sehingga penyelidikan Panitia Angket bisa sampai ke program tersebut.
Revitalisasi Kota Tua melibatkan Pemprov DKI Jakarta dan PT Pembangunan Kota Tua. Terkait program tersebut, saat ini di Kota Tua dilakukan pengelompokkan para pedagang ke dalam cluster agar lebih tertata rapi. PT Pembangunan Kota Tua juga berencana menyediakan bus wisata gratis agar wisatawan dapat berkeliling Kota Tua dengan mudah.
Revitalisasi Kota Tua dipersoalkan karena, menurut Wakil Ketua DPRD M Taufik, ada aset Pemprov DKI Jakarta di sana. DPRD juga khawatir pengelolaan Kota Tua diberikan ke swasta sementara ada tanah dan aset Pemprov di dalamnya.
Ahok, meski keberatan, mempersilakan DPRD DKI Jakarta memanggil istrinya. Ia mengatakan keluarganya telah siap menghadapi apapun sejak sebelum angket bergulir. (Baca Bantah Istrinya Terkait CSR, Ahok: Panggil Nenek Gue Sekalian) (agk)