Kemendikbud bersama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membuka peluang bagi masyarakat yang ingin melaporkan infrastruktur tidak memadai yang kerap dilewati anak sekolah.
Anies menjelaskan, melalui laman sahabat.kemdikbud.go.id, masyarakat dapat melaporkan lokasi lintasan berisiko bagi siswa. Laporan tersebut dapat berupa foto dan deskripsi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena penyebaran SD itu luar biasa, tidak seperti Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Sekolah Menengah Atas (SMA). Kalau akses ke SMP atau SMA secara umum sudah baik," katanya.
Anies kemudian mengimbau agar para orangtua dapat lebih bijaksana, misalnya dengan tidak memberikan izin bagi siswa untuk mengendarai motor ke sekolah. Pasalnya, siswa masih belum cukup umur untuk membawa kendaraan.
Risikonya pun cukup besar, apalagi di daerah dengan infrastruktur tidak memadai. "Jangan bekali anak-anak yang berangkat mencapai masa depan cerah itu dengan risiko keselamatan," katanya.
Sebelumnya, jembatan gantung yang menghubungkan Desa Pajagan, Kecamatan Sajira dengan Desa Tambak di Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, ambruk, pada Selasa (10/3) lalu.
Runtuhnya jembatan itu mengakibatkan dua warga luka berat. Dua warga tersebut merupakan siswa kelas V SDN 1 Pajagan Kecamatan Sajira bernama Surdi dan Umi. Mereka mengalami luka serius pada bagian tulang belakang dan rontok gigi. (utd)