Berdasarkan pantauan CNN Indonesia, selama rapat pembahasan antara Banggar dengan SKPD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sejak pukul 11.00 WIB tadi tidak ada satu pun pembahasan mengenai pengadaan mesin tik di enam lokasi yang dilakukan. Prasetyo pun hanya menjawab singkat pertanyaan mengenai kelanjutan pengusutan pengadaan mesin tik kepada SKPD maupun TAPD kepada para wartawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penggantian nomenklatur anggaran dilakukan untuk melimpahkan dana kepada pos-pos pembangunan lain yang dipandang lebih bermanfaat untuk masyarakat di Ibukota.
"Kami (DPRD) cuma mengawasi saja," ujarnya.
Sebelumnya dalam evaluasi Kemendagri terhadap draf APBD DKI Jakarta 2015, terdapat anggaran pengadaan mesin tik di enam tempat sejumlah Rp 1.701.632.500 yang tidak disetujui.
Wakil DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik mengatakan akan membahas pos anggaran tersebut dalam rapat pembahasan draf APBD 2015. "Pengadaan mesin tik juga kita akan evaluasi. Nanti yang diminta adalah diskusinya (dalam rapat pembahasan draf APBD 2015)," kata Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta.