Saat ini, menurut Ahok, proses penyidikan terkait laporan yang ia sampaikan telah sampai pada instansi kepolisian untuk mengetahui aktor-aktor yang turut 'bermain' dalam penyediaan anggaran yang ganjil tersebut. (Baca juga: Tiga Kata Warga Jakarta untuk Ahok: Berani, Tegas, Arogan)
"Banyaklah macam-macam pokoknya. Aneh-aneh (anggaran untuk Dinas Pendidikan di APBD 2014). Pengadaan digital, laptop, proyektor, aneh-aneh saja semua banyak sekali. KPK kita sudah lupakanlah, kan (penyidikannya) sudah diambil polisi, tapi tergantung KPK juga nanti mau bagaimana," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (19/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terhitung ada 33 program untuk meningkatkan mutu kelas dengan dilengkapi teknologi mutakhir yang janggal dalam APBD DKI Jakarta tahun lalu.
Berdasarkan data yang diterima CNN Indonesia, sepuluh program yang diduga termasuk dalam 33 program pengadaan barang tersebut adalah sebagai berikut:
1. Pengadaan Colaboration Active Classroom (CAC) untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang diajukan Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat dengan nilai anggaran Rp 6 miliar.
2. Pengadaan Colaboration Active Classroom (CAC) untuk Sekolah Menengah Atas yang diajukan Sudin Pendidikan Menengah Jakarta Barat dengan nilai anggaran Rp 6 miliar.
3. Pengadaan Alat Digital Education Classroom SMA 23 yang diajukan Sudin Pendidikan Menengah Jakarta Barat dengan nilai anggaran Rp 6 miliar.
4. Potable Wireless Interactive Digital Equiments For Class Room untuk SMA diajukan Sudin Pendidikan Menengah Jakarta Barat dengan nilai anggaran Rp 2,5 miliar.
5. Pengadaan alat Digital Education Classroom SMK 9 diajukan Sudin Pendidikan Menengah Jakarta Barat dengan nilai anggaran Rp 6 miliar.
6. Pengadaan alat Digital Education Classroom SMK 17 diajukan Sudin Pendidikan Menengah Jakarta Barat dengan nilai anggaran Rp 6 miliar.
7. Pengadaan alat Digital Education Classroom SMA 84 diajukan Sudin Pendidikan Menengah Jakarta Barat dengan nilai anggaran Rp 6 miliar.
8. Pengadaan Digital Classroom diajukan Sudin Pendidikan Menengah Jakarta Selatan dengan nilai anggaran Rp 5 miliar.
9. Portable Wireless Interanctive Digital Equipments For Class Room untuk SMA diajukan Sudin Menengah Jakarta Timur dengan nilai anggaran Rp 2,5 miliar.
10. Pengadaan Multimedia Interactibe Class untuk SMP diajukan oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta dengan nilai anggaran Rp 4,5 miliar. (hel)