Cerita WNI yang Mengklaim Bertemu Abubakar Al-Baghdadi

Denny Armandhanu, CNN Indonesia | Jumat, 20/03/2015 09:29 WIB
Cerita WNI yang Mengklaim Bertemu Abubakar Al-Baghdadi Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi. (Anadolu Agency/Getty Images)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bahcrumsyah alias Abu Muhammad al Indonesi disebut telah menjadi panglima pasukan dari negara-negara Asia di ISIS, Suriah. Selain itu, dia juga dikatakan telah bertemu langsung dengan pemimpin tertinggi ISIS, Abubakar al-Baghdadi.

Hal ini disampaikan oleh Chep Hernawam, pengusaha dan tokoh masyarakat di Cianjur yang mengaku membiayai keberangkatan Bachrumsyah ke Suriah.  (Baca juga: Chep Hernawan: Saya juga Kandidat untuk Berangkat ke ISIS)

"Dia menjadi pimpinan komando untuk mujahidin Asia di Suriah. Dia memimpin tentara dari Malaysia, Jepang, Filipina, Indonesia," kata Chep kepada CNN Indonesia saat ditemui rumahnya di Cianjur, Jawa Barat, Rabu (18/3).


Chep mengaku terakhir kontak dengan Bachrumsyah pada bulan Februari lalu melalui BBM. Saat itu dia menceritakan kondisinya yang sehat wal'afiat dan menasehatinya untuk tetap bersemangat melanjutkan perjuangan di Indonesia. 

Selain itu, Bachrumsyah yang pernah muncul dalam salah satu video propaganda ISIS juga mengatakan Chep bahwa dia telah bertemu langsung dengan pemimpin ISIS, Abubakar al-Baghdadi. Kepada Chep, Bachrumsyah mengaku kagum dengan sosok Baghdadi yang menurutnya adalah pemimpin yang dijanjikan dalam Islam.

"Dia ceritakan pada saya, kagum dengan Baghdadi yang begitu baik. Dia adalah pemimpin yang disebutkan di hadits dan al-Quran, pemimpin yang jujur dan amanah serta dari turunan suku Quraish. Dia katakan pernah berbicara, namun tidak empat mata," ujar Chep.

Menurut Bachrumsyah, untuk bertemu Baghdadi dia harus melalui beberapa lapis pengamanan.  Lagipula pertemuan yang dilakukan berdasarkan pengakuan Bachrumsyah kepada Chep dilakukan tak sendirian, melainka dalam sebuah forum.

"Dia mengatakan Alhamdulillah Allah mempertemukan saya dengan Baghdadi. Bachrumsyah mendengarkan Baghdadi memberikan tausiyah yang membakar jihad," lanjut Chep menirukan ucapan Bachrumsyah. Untuk pernyataan soal pertemuan ini CNN Indonesia sempat meminta verifikasi atas percakapan Chep dengan yang dimaksud, namun ia menolak untuk memberikannya. 

Melalui Jalur Malaysia

Chep mengaku memberangkatkan Bachrumsyah bersama 12 orang anggota rombongan lainnya dari Indonesia tahun lalu. Saat itu, tiket dan perbekalan merupakan tanggung jawab sang pengusaha.

Dia menjelaskan, Bachrumsyah ke Suriah pertama kali melalui Malaysia, kemudian ke Pakistan. Dari Pakistan, Bachrumsyah lantas mengambil jalan panjang melalui darat untuk menuju Suriah. (Baca juga: Dua Pelatihan yang Dijalani WNI Sebelum ke Suriah Versi Chep)

Bachrumsyah diketahui pernah menempuh pendidikan di jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah,Ciputat. Namun hanya mengenyam kuliah selama tiga semester sebelum dikeluarkan.

Ke Suriah Bachrumsyah meninggalkan empat orang istri. Paling muda istrinya berusia 17 tahun, sedangkan yang tertua 19 tahun. Nafkah untuk istrinya, kata Chep dikirimi Bachrumsyah dari Suriah. (sip)