Anggota DPRD DKI dari Fraksi Gerindra, Prabowo Soenirman, misalnya mengatakan macetnya kucuran gaji bukan masalah besar bagi dia. Pasalnya, Prabowo masih bisa menghidupi keluarganya dengan mengandalkan penghasilan sampingan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya juga kebetulan merangkap jadi konsultan. Jadi urusan uang, bisa dibilang aman," ujar Prabowo.
"Gaji itu jelas lebih kecil dari penghasilan saya di perusahaan dan dari uang jasa konsultan. Tapi demi pengabdian, saya tetap setia jadi anggota Dewan," kata Prabowo.
Meski tak masalah tak digaji, Prabowo berharap urusan APBD DKI bisa segera rampung, sebab anggaran itu menyangkut hajat hidup anggota DPRD DKI lainnya, juga warga Jakarta.
Sejak awal tahun, anggota DPRD DKI belum menerima gaji lantaran APBD Jakarta 2015 belum juga disahkan. Penyebabnya adalah kisruh APBD antara Pemerintah Provinsi dengan DPRD DKI Jakarta.
Saat ini proses pengesahan APBD sampai pada tahap penyerahan dokumen hasil input e-budgeting APBD Jakarta 2015 dari Pemprov DKI kepada DPRD untuk dibahas.
Pemprov DKI menunggu hasil keputusan dari rapat pembahasan yang dilakukan oleh DPRD. “Apapun keputusan Dewan yang terhormat, kami terima. Kami sudah menyajikan yang maksimal," kata Sekretaris Daerah Pemprov DKI Jakarta Saefullah.