Kampung Pulo Terendam Semeter Lebih, Warga Berperahu

Rinaldy Sofwan Fakhrana, CNN Indonesia | Sabtu, 21/03/2015 11:27 WIB
Kampung Pulo Terendam Semeter Lebih, Warga Berperahu Warga menggunakan perahu rakitan untuk bepergian menerjang banjir di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (21/3). (CNN Indonesia/Rinaldy Sofwan Fakhrana)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kampung Pulo di Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, merupakan kawasan langganan banjir. Setiap hujan deras turun, permukiman padat penduduk itu langsung digenangi air. Begitu pula hari ini, Sabtu (21/3), air setinggi dada orang dewasa merendam kampung itu diguyur hujan lebat semalam.

Kampung Pulo termasuk wilayah rawan banjir karena berlokasi di sekitar bantaran Kali Ciliwung. Air siang ini mulai surut meski masih menggenang tinggi. Semalam hingga dini hari tadi, air bahkan lebih tinggi lagi.

“Air naik mulai pukul 23.00 WIB. Ketinggian air naik pelan-pelan. Puncaknya sekitar jam 03.00 WIB, tinggi air mencapai 140 cm,” kata Ajun Kombes Senen, anggota Polres Jakarta Timur yang bertugas menjaga keamanan kampung itu sementara banjir belum surut.


Oleh sebab air masih tinggi, warga hilir-mudik menggunakan perahu rakitan untuk bepergian. Namun ada pula sebagian warga yang nekat, memilih menerjang banjir dengan berjalan kaki. Mereka menganggapnya sudah biasa.

Ada 25 petugas gabungan dari Polres Jakarta Timur dan Polsek Jatinegara yang diterjunkan untuk membantu warga maupun menjaga ketertiban di Kampung Pulo sejak pukul 23.00 WIB, Jumat malam (20/3).

Warga sendiri terlihat santai menghadapi banjir itu. Mereka membersihkan rumah sambil bercanda. Sejumlah pemuda pergi dari kampung banjir itu, lantas berkumpul dan nongkrong di pinggir jalan raya. Sementara anak-anak tampak girang, berenang di air cokelat yang menggenang.

Sri, salah satu warga, bercerita dia dan tetangga-tetangganya memilih untuk tak mengungsi jika banjir masih satu meteran. “Di sini sudah biasa banjir. Setiap hujan besar juga banjir Kami di sini saja, di rumah,” kata dia.

Paling-paling, ujar Sri, yang diungsikan hanya motor milik mereka. Motor-motor itu dipindahkan ke pinggir jalan sehingga di terlihat seratus lebih motor terparkir padat di pinggir jalan. Ruas jalan pun ditutup dan diblok oleh mobil patroli polisi.

Kendaraan yang hendak melintas dari Jalan Otto Iskandar Dinata terpaksa menggunakan lajur seberangnya.

Meski sudah beberapa malam Jakarta diguyur hujan, baru semalam Kampung Pulo kebanjiran lagi. Warga berharap air tak datang lagi lebih tinggi ke kampung mereka. (agk/agk)