Menurut Prasetyo, keputusan yang dia ambil murni merupakan pilihannya setelah mendengar dan berkomunikasi dengan segenap Pimpinan DPRD DKI Jakarta lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak (ada tekanan). Itu murni keputusan ada di tangan saya. Pada saat kemarin Kamis (19/3) saya mengatakan (menyetujui) Perda, tapi kan saya belum komunikasi dengan teman-teman di Dewan. Setelah rapat di Dewan, secara kolektif dan kolegial saya kalah. Artinya, saya kalah suara dan alasannya masuk di akal buat saya," ujar Prasetyo di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (23/3).
"Tapi intinya kita support apa yang diputuskan oleh DPRD untuk Pak Ahok. karena ini sudah berjalan dan sudah diputuskan. Takutnya kita dituduh ada korupsi lah, ini-itu lah, kita menjaga semua biar fair saja," ujar Prasetyo.
Sebelumnya, sempat beredar kabar adanya tekanan yang diterima oleh Prasetyo dari para Pimpinan DPRD DKI Jakarta agar draf APBD 2015 segera dikembalikan kepada Pemprov DKI Jakarta dan mendorong penerbitan Pergub oleh Ahok.
Tak hanya itu, sempat juga terdengar kabar muncul adanya tekanan dari Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan terkait pembahasan APBD kepada Prasetyo, sebelum akhirnya dia membantah kabar tersebut dihadapan para wartawan.
"Tidak ada (tekanan dari DPD PDI Perjuangan). Kalau DPD mungkin komunikasi ketua dengan teman-teman lain (di Fraksi PDIP). Tidak ada urusannya dengan saya. Itu (keputusan) murni ada ditangan saya sebagai ketua DPRD," jelas Prasetyo. (meg)