Selain menunjuk aktor yang diduga terlibat korupsi di DPRD, Ahok—sapaan Basuki—juga diminta berani mengungkap aktor-aktor Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selama ini terlibat praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dalam waktu dekat ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagaimana saya bisa tahu masalah yang ada di SKPD, kalau tidak SKPD memberitahu kami dan dibahas. Gubernur yang memiliki anggaran. Kami mana tahu Gubernur kalau membeli air mineral berapa. Kami hanya sebagai badan pengawasan, legislatif dan budgeting. Hak kami seperti mau dipotong jadinya," ujar Prasetyo.
Sebelumnya, Ahok telah melayangkan dugaan adanya penggelembungan dana dalam penyusunan APBD DKI Jakarta beberapa tahun terakhir ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Laporan terkait pengadaan alat UPS (Uninterruptible Power Supply) yang memakan dana miliaran rupiah bahkan telah diambil pihak Kepolisian untuk diselidiki lebih lanjut. (utd/obs)