Deputi II Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Arief Dharmawan mengatakan, koordinasi dengan Polres Aceh Utara masih terus dilakukan untuk menjawab berbagai pertanyaan dibalik terbunuhnya dua serdadu TNI tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keberadaan jaringan teroris atau organisasi separatis memang diakui Arief masih dapat ditemukan di Aceh hingga saat ini. Namun, selama ini BNPT diakui tidak pernah memandang sebelah mata keberadaan jaringan teroris dan separatis di Aceh dan beberapa daerah di Indonesia.
Perlakuan terhadap seluruh jaringan teroris dan separatis harus dilakukan secara seragam oleh BNPT, pihak kepolisian, maupun TNI.
"Kita tidak pernah menganggap ringan 'ah itu (jaringan terorisnya) kecil kok' seperti itu, enggak pernah. Sekecil apapun jaringan (teroris dan separatis) kita jadikan sebagai satu tanda bahwa mereka tidak bisa dianggap ringan. Kita tangani dengan sama, apakah dia (jaringan teroris dan separatis) besar atau kecil. Harus tetap sama," jelas Arief.
Sebelumnya, diketahui jenazah Indra dan Hendrianto ditemukan pada pukul 08.30 WIB pagi tadi di Desa Batee Pilah, Nisam Antara, Aceh Utara. Sertu Indra dan Serda Hendri sebelumnya diculik saat sedang menggelar tugas rutin di wilayah operasi mereka pada Senin (23/3) sore.
Saat diculik, kedua jenazah tercatat baru selesai bersilaturahmi dari rumah seorang warga bernama Mukim Daud, di Desa Alumbang. Mereka tengah berpakaian sipil, dan diculik tak jauh dari rumah tersebut. (meg)