Keterangan saksi menurut Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi bisa mempercepat terungkapnya kasus tewasnya dua anggota intel Kodim 0103 Aceh Utara itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"JC jangan takut untuk memberikan keterangan, karena LPSK siap memberikan perlindungan bagi semua pihak yang memiliki keterangan penting dan mau bersaksi", kata Edwin.
Dua anggota TNI, Sertu Indra dan Serda Hendrianto ditemukan tewas dengan tubuh penuh luka tembak Desa Batee Pila, Nisam Antara, Aceh Utara kemarin.
Keduanya ditemukan oleh Satuan Intelijen dan Keamanan serta Satuan Narkoba Polres Lhokseumawe. Petugas kepolisian mencari keduanya yang dikabarkan diculik orang yang mencari keduanya yang hilang sejak hari Senin. (Baca juga: Dua Intel TNI Tewas di Aceh dengan Banyak Luka Tembak)
Keduanya diculik oleh sekelompok orang usai mengintai kelompok bersenjata di Desa Alumbang, Nisam Utara. Mereka dipaksa naik mobil berwarna hitam dan dibawa ke arah Desa Sido Mulyo, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara.
Kemarin pagi keduanya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dengan hanya mengenakan celana dalam. Di sekitar lokasi temuan dua jenazah ini, petugas menemukan 12 selongsong peluru AK-47 dan 3 selongsong peluru M-16. (Baca juga: Dua TNI yang Tewas di Aceh sedang Intai Kelompok Bersenjata) (sur)