Lebih lanjut, ia mengatakan rasa panik tersebut muncul karena para pimpinan Partai Golkar Agung Laksono sadar akan keputusan yang diambil oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly tidak berlandaskan hukum yang kuat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya punya keyakinan sahabat saya di sana (pihak Agung Laksono) kata hatinya memahami kalau ini tidak benar. Mereka paham pengadilan tidak mungkin membenarkan mereka. Jadi pahal betul, dan ada semacam kepanikan sehingga melakukan cara-cara seperti (perebutan fraksi) itu," tegasnya. (Baca juga: Safari Politik, Idrus Marham: Kubu Agung Minta Perlindungan)
"Sampai hari ini pimpinan DPR yang ada sudah sepakat tidak ada perubahan kepemimpinan Fraksi Golkar sampai ada putusan pengadilan. Kami hormati itu, jangan akal sehat hilang karena masalah posisi," tegasnya. (baca juga: Idrus: Yang Penting di Pengadilan, Bukan Mobilisasi Dukungan)
Pada Jumat (27/3) lalu, Agus Gumiwang dan rekan-rekannya berencana untuk mengambil alih ruang pimpinan Fraksi Partai Golkar yang berada di lantai 12 tersebut. Namun, rencana tersebut belum dapat direalisasikan. Langkah Agus Gumiwang Cs pun terhenti di lobi fraksi Golkar. Hal tersebut karena telah digantinya seluruh password akses di lantai 12.
Rencana kubu Agung untuk mengambil alih Fraksi Golkar bahkan bisa terganjal lebih jauh lagi. Sekretaris Jenderal DPR Winantuningtyastiti Swasanani mengatakan surat pergantian pimpinan fraksi Golkar yang dikirim oleh pihak Agung Laksono bisa saja ditolak oleh pimpinan DPR. (hel)