Sebelumnya, pintu masuk pertama ke ruang rapat Fraksi Partai Golkar, digedor-gedor dari luar. Suaranya cukup kencang. CNN Indonesia berada di dalam ruang rapat bersama Bambang Soesatyo dan awak media lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagaimana diketahui, pada November tahun lalu, kubu Agung Laksono dan Aburizal Bakrie juga memperebutkan kantor DPP Golkar di Slipi. Saat itu, kubu Agung Laksono yang berhasil menguasai kantor tersebut.
Ketiganya kini masih tertahan di lobby lantai 12 oleh Pamdal DPR. Ketiganya berusaha masuk dan mengambil alih ruang rapat fraksi di mana pada waktu yang bersamaan, Sekretaris Fraksi Golkar kubu Agung Laksono, Bambang Soesatyo, mengadakan konferensi pers.
Konferensi pers yang digelar Bamsoet - begitu dia biasa disapa - adalah soal Munas Jakarta atau Munas Ancol yang digelar kubu Agung Laksono yang disebutnya ilegal karena pesertanya ilegal. Saat konferesi pers itu, Bamsoet membawa peserta Musyawarah Nasional Ancol Slamet dan Inisiator Gerakan Masyarakat Sipil anti Pecah Belah Partai Politik Adhie M. Masardi.
Bamsoet menjelaskan, Slamet adalah peserta Munas Ancol yang bersedia datang karena dijanjikan uang Rp 100 juta dari kubu Agung Laksono. "Itu pun yang dia terima hanya Rp 80 juta karena masih dipotong," jelasnya.
Di tengah-tengah memberikan penjelasan, salah seorang wartawan memberitahukan bahwa Yorrys Raweyai tengah dalam perjalanan untuk menuju ruang rapat fraksi dan mengambil alih. Mendengar informasi itu, Bamsoet dengan santai menjawab," Dia (Yorrys Raweyai) kan tidak diundang. Biarkan saja," tuturnya.
Mendengar kabar bahwa Yorrys dan kawan-kawan akan datang dan mengambil alih Sekretariat Fraksi Golkar, situasi di lantai 12 mendadak menjadi tegang. Pamdal mulai bersiap-siap. Teriakan-teriakan," setrilkan, sterilkan," beberapa kali terdengar dari para Pamdal yang berjaga-jaga di ruang rapat Fraksi Golkar. (hel)