Di dalam Pasal 82 ayat 1 huruf (d) disebutkan; 'dalam hal suatu perkara sudah mulai diperiksa oleh pengadilan negeri sedangkan pemeriksaan mengenai permintaan kepada praperadilan belum selesai, maka permintaan tersebut gugur'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kuasa hukum Sutan memang tidak hadir dalam sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Senin (6/4), lantaran lebih berkonsentrasi kepada sidang praperadilan.
Majelis hakim yang diketuai oleh Artha Theresia pun menunda sidang pada Senin (13/4) depan. Akibatnya, Jaksa Penuntut Umum belum sempat membacakan materi dakwaan terhadap Sutan.
Berbeda pendapat dengan Eggi, Plt Kabiro Hukum KPK, Nur Chusniah menilai unsur pemeriksaan perkara Sutan sudah terpenuhi karena materi pokok perkara telah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor.
"Senin kemarin materi pokoknya sudah di persidangan dan sudah ditanyakan identitas terdakwa (Sutan)," ujar Nur.
Oleh sebab itu, dalam materi jawaban praperadilan Sutan, KPK meminta kepada hakim untuk menggugurkan permohonan praperadilan ini.
Hakim tunggal Asiadi Sembiring memutuskan melanjutkan persidangan Rabu (8/4) ini dengan agenda pembuktian dari pihak Sutan. Sidang dijadwalkan akan dimulai pukul 10.00 WIB.
Sutan yang merupakan politikus Partai Demokrat ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada 14 Mei 2014 atas kasus suap pembahasan APBN Perencanaan tahun 2013 di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Atas perbuatannya, Sutan disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. (meg/obs)