Menurut pria yang akrab disapa Ara tersebut, peran Presiden Indonesia Joko Widodo sangat besar dalam keputusan Megawati kembali memimpin PDIP. Alasannya, karena Jokowi adalah orang pertama yang mendukung Megawati kala itu.
"Saya rasa ini dimulai oleh Pak Jokowi sendiri saat rapat kerja nasional PDI Perjuangan digelar Agustus 2014. Orang pertama yang mendukung Bu Mega adalah Pak Jokowi," kata Ara saat ditemui di Bali, Kamis (9/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dua kali dia jadi walikota, satu gubernur, dan satu presiden. Intinya Jokowi adalah orang yang mendukung Bu Mega saat rakernas lalu," ujar anggota Komisi XI DPR RI tersebut.
"Saya rasa Jokowi mau fokus mengurus negara dan pemerintah. Apalagi paling tidak sudah empat urusan dirinya yang berhubungan dengan Bu Mega," kata Ara.
Ara pun menegaskan naiknya Megawati kembali menjadi ketua umum bukanlah kepentingan pribadi lagi, melainkan kepentingan partai dan kepentingan bangsa. Apalagi, PDIP adalah partai pemenang pileg dan pilpres maka tidak bisa lagi dikatakan ketua umum adalah kepentingan partai semata.
Sebelumnya, Megawati dikukuhkan menjadi ketua umum setelah melalui proses aklamasi. Proses tersebut dilalui tanpa adanya voting dan diambil keputusan secara musyawarah mufakat.
Sempat mengaku tidak menyangka diminta kembali menjadi ketua umum, Megawati mengatakan desakan dari daerah membuat dirinya tak bisa menolak mandat yang sudah diberikan kepadanya.
"Mereka yang meminta saya untuk kembali jadi ketua umum, mulai dari kalangan DPD mengatakan saya masih diperlukan sebagai penanggungjawab partai," kata Megawati. (adt)