Kongres kali ini benar-benar menjadi ajang pengukuhan Megawati sebagai Ketua Umum setelah putri Bung Karno itu sebelumnya dipilih untuk kembali memimpin pada Rapat Pimpinan Nasional PDIP di Semarang tahun lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai formatur tunggal, Megawati punya hak prerogatif untuk menyusun atau membuat program demi masa depan partai.
"Bagaimana semua setuju?" tanya Frans. "Setuju! Mega, Mega, Mega!" kata para peserta sidang. (Baca juga: Mega Buka Rahasia Besar Dirinya dan PDIP dalam Pidato Politik)
"Dengan ini Ibu Ketua mempunyai hak prerogatif untuk menyusun atau membuat program demi masa depan partai," kata Frans.
Setelah itu, Megawati pun mengucap sumpah jabatan untuk bisa menjalankan tugasnya sebagai ketua umum hingga 2020 mendatang. Dalam sumpah jabatan tersebut pun dia berjanji untuk menaati seluruh peraturan yang ada dalam Pancasila, UUD 1945, serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PDI Perjuangan.
"Saya akan junjung tinggi kehormatan dan martabat partai, serta akan senantiasa mementingkan keberhasilan program perjuangan partai daripada kepentingan pribadi," kata Megawati saat mengucapkan sumpah jabatannya. (Baca juga: Megawati Ingatkan Janji Suci Jokowi) (sur)