Menurut Ikrar, Maruarar yang sejak muda membangun karier politik di PDIP memiliki kapasitas untuk membawa angin perubahan di partai pemenang pemilu 2014 itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam catatan Ikrar, Maruarar memiliki kemampuan yang baik dalam menggalang kader muda. Aktivitas di bidang kepemudaan itu, menurut Ikrar, berdampak langsung pada meningkatnya perolehan suara PDIP pada pemilu lalu.
Kealpaan Ara, sapaan akrab Maruarar, dalam acara PDIP sangat dirasakan setelah namanya tak tersebut dalam daftar nama Kabinet Kerja yang diumumkan oleh Jokowi pada Oktober silam.
Padahal, kala itu sudah santer terdengar soal Ara yang akan dipilih Jokowi sebagai salah satu menterinya. Namun, sumber di internal PDIP mengatakan nama Maruar dicoret dari daftar kabinet hanya satu jam menjelang kabinet diumumkan.
“Ara (Maruarar) tidak sowan sama Ibu, langsung ke Pak Jokowi. Padahal ini (menjadi menteri) harus seizin Ibu,” ujarnya, akhir Oktober lalu.
Sebelumnya, pada hari pengumuman kabinet, Minggu (26/10), Ara sempat terlihat di rumah Megawati. Ia juga datang ke Istana siang hari mengenakan baju putih seperti para menteri Jokowi. Malam harinya, Ara keluar dari Istana Merdeka bersama Jokowi.
Meski begitu, Ara sempat membantah namanya terpental dari daftar kabinet. “Tidak, tidak ada itu. Nama saya memang tidak masuk (bursa menteri),” kata Ara. (meg)