Kemdikbud Klaim Masalah UNCBT di Bawah Satu Persen

Yohannie Linggasari, CNN Indonesia | Senin, 13/04/2015 19:14 WIB
Kemdikbud Klaim Masalah UNCBT di Bawah Satu Persen Sejumlah pelajar mengikuti Ujian Nasional (UN) berbasis komputer di SMK Negeri 1, Jakarta, Senin, 13 April 2015. Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menegah menjalankan kebijakan baru dengan mengadakan UN berbasis komputer pada 585 sekolah di seluruh Indonesia. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nizam membenarkan adanya gangguan pada Ujian Nasional Computer Based Test (UNCBT) di beberapa sekolah pada hari pertama, Senin (13/4).

Hanya saja, gangguan yang dialami terbilang minor. Dia memastikan, jumlah gangguan bahkan tidak mencapai angka satu persen dari jumlah keseluruhan sekolah yang mengadakan UNCBT. 

Dijelaskan oleh Nizam, sejauh ini, baru tiga laporan yang dia terima terkait adanya masalah dari sekolah pelaksana UNCBT.


"Ada yang dari Bangka Belitung, Bantul, dan Sulawesi Barat. Tinggal Bangka Belitung yang belum selesai masalahnya. Sisanya sudah terselesaikan," kata Nizam kepada CNN Indonesia, Senin (13/4) malam.

Untuk sekolah di Bangka, Nizam mengatakan masalah terjadi pada server sekolah. "Akibatnya, tiap sepuluh menit langsung log out. Tapi itu juga tidak terjadi di semua kelas, melainkan hanya di dua kelas," kata Nizam.

Akibatnya, para siswa tidak bisa mengikuti UNCBT dan terpaksa harus mengikuti susulan pada Senin (20/4) depan.

Kemendikbud kemudian mengirimkan tim untuk mengatasi masalah itu. Sampai saat ini, kata Nizam, masalah server itu masih dicoba untuk diselesaikan.

Jika sampai malam ini sistem belum juga benar, maka para siswa akan mengikuti UN secara manual pada esok, Selasa (14/4). Akan tetapi, bila sistem sudah benar, maka siswa akan mengikuti UNCBT besok.

Di sisi lain, Nizam menganggap pelaksanaan UNCBT pada hari ini sangat memuaskan. Pasalnya, Kemdikbud awalnya memprediksi sebanyak 10-20 persen sekolah pelaksana UNCBT mengalami gangguan berarti.

"Ternyata, tidak sampai satu persen jumlahnya. Saya pribadi sangat puas. Ini saya rasa merupakan suatu bentuk semangat sekolah penyelenggara UNCBT," katanya. (meg/meg)




ARTIKEL TERKAIT