Direktur Centre for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi menyebutkan besarnya dan kenaikan anggaran tersebut berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) DPR RI 2015. “Untuk mengharum ruangan sebesar Rp 2.298.626.000 untuk 2015 ini. Padahal tahun 2014 anggaran pewangi ruangan baru sebesar Rp 1.071.272.000,” ujar Uchok kepada CNN Indonesia, Selasa (14/4).
Uchok mengungkapkan, anggaran pewangi ruangan pada 2013 sebesar Rp 553.248.000. “Jadi rata-rata kenaikan anggaran untuk pewangi ruangan DPR sekitar 100 persen per tahun,” kata bekas Koordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain menyoroti soal pengharum ruangan, CBA juga mencermati anggaran untuk pengadaan personal computer dengan nilai Rp 17 miliar. “Ini untuk apa? Masa DPR dapat komputer lagi, di ruangannya sudah banyak komputer,” tutur Uchok.
“Anggaran untuk perawatan rusa juga besar sekali, Rp 650 juta per tahun,” ujar Uchok menambahkan.
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengaku tidak mengetahui besarnya anggaran yang disusun untuk belanja umum DPR 2015.
Politikus PKS ini enggan mengomentari lebih lanjut mengenai rencana anggaran tersebut.
Fahri mengimbau agar hal tersebut tidak dititik beratkan pada anggota dewan, karena baik anggota ataupun pimpinan dewan tidak memiliki kuasa dalam penggunaan anggaran tersebut. "Masa saya ngurusin makanan rusa, terus pengharum ruangan yang tidak ada urusannya sama kami. Kan itu sudah ada petugasnya," tegas Fahri di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Selasa (14/4).
(obs)