Anggaran tersebut masuk dalam rencana Sekretariat Jenderal DPR RI yang keseluruhan pengeluarannya sebesar Rp 220,1 miliar untuk tahun 2015. Setidaknya ada 470 rumah di Kompleks DPR RI Kalibata dan sisanya 560 rumah di Ulujami. Itu belum terhitung rumah pimpinan DPR RI yang terpisah di Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan.
Dengan asumsi 560 rumah jabatan, maka setiap tahunnya negara memberikan subsidi sebesar Rp 65 juta untuk biaya perawatan. Namun itu menjadi terbuang percuma saat fasilitas yang diberikan negara tidak digunakan anggota Dewan sebagaimana mestinya. Rumah-rumah dinas tersebut dibiarkan kosong layaknya rumah hantu. Sebagai perbandingan, tahun 2012 DPR RI menganggarkan biaya perawatan sebesar Rp 48 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di beberapa rumah tampak papan-papan menutupi jendela. Ada juga rumah yang tirainya setengah terlepas. Lantai teras rumah tampak kotor. Seorang petugas keamanan yang tak mau disebutkan namanya mengatakan saat ini rumah-rumah di sana dalam proses pengosongan oleh anggota DPR periode lalu yang tak terpilih lagi.
Hingga kini belum ada data terbaru mengenai berapa banyak anggota DPR yang memilih menempati dumah dinas tersebut, sebab sebagian anggota DPR sudah memiliki rumah di kawasan Jakarta, dan tak sedikit yang memilih apartemen di kawasan yang berdekatan dengan parlemen ketimbang menggunakan rumah dinas. (pit)