Direktur Operasional Batik Air, Capt. Daniel Putut menyatakan, ancaman SMS bom ini telah dilaporkan ke polisi. Polisi, tutur dia, tengah menyelidiki siapa orang yang mengirimkan SMS ancaman mengerikan ini. “Kami sudah melaporkan ancaman ini ke polisi,” katanya.
Daniel mengungkapkan, polisi tengah melacak nomor yang digunakan untuk mengirim SMS ancaman bom terhadap Batik Air yang mengangkut 125 penumpang dan 8 kru pesawat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ancaman bom terhadap pesawat sudah terjadi beberapa kali. Pesawat Lion Air JT 568 jurusan Jakarta-Bali pada Minggu 14 Oktober 2012 juga pernah mendapatkan ancaman serupa. Lion Air adalah induk dari Batik Air.
TNI Angkatan Udara kemudian melakukan pemeriksaan di kargo dan pesawat. Tak lama kemudian, Tim Gegana Polda DIY juga melakukan pemeriksaan terhadap pesawat. Para calon penumpang yang hendak terbang dari bandara ini sempat dilarang masuk sementara.
Setelah dilakukan pemeriksaan selama hampir satu jam, dipastikan bahwa ancaman itu tidak benar. Tidak ditemukan bom dalam pesawat tersebut. Pesawat kemudian melanjutkan perjalanan menuju ke Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali. (Baca juga: Hasil Penyisiran Tim Gegana: Tak Ada Bom di Batik Air) (hel)