Hal itu dipastikan oleh Kepala Badan Reserse Kriminal Komisaris Jenderal Budi Waseso. Dia menyebut, beberapa barang yang dibawa anak buahnya hanyalah barang-barang yang terkait dengan kasus Novel.
"Tidak, tidak ada," ujar Budi singkat saat ditanya soal keberadaan senjata api di rumah Novel Baswedan, Senin (4/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait dugaan penembakan yang terjadi dalam kasus Novel tersebut, Budi belum bisa memastikan apakah yang melakukan penembakan adalah Novel sendiri. Hal tersebut, katanya, masih menunggu hasil rekonstruksi yang dilakukan penyidik.
"Nanti kita lihat saksi dan alat bukti yang sudah ada dan juga hasil rekonstruksi. Senjata apinya juga sudah kita dapat semua," ujarnya.
"Ada pemeriksaan laboratorium forensik juga. Saya kira kita kerja sesuai dan tidak dibuat-buat karena tidak ada untungnya untuk kita," kata Budi menegaskan.
Sebelumnya pada Jumat (1/5) dini hari, Novel ditangkap di rumahnya. Dia dibawa ke kantor Badan Reserse Kriminal Polri dan langsung menjalani pemeriksaan, meski ia enggan memberikan jawaban lantaran belum didampingi penasehat hukum.
Di hari yang sama, sebelum ibadah salat Jumat, Novel kemudian dibawa ke Markas Korps Brigade Mobil. Saat itu dia sempat mengenakan seragam oranye tahanan polisi. Tangannya pun diikat penyidik, bukan dengan borgol tapi dengan tali. (meg)