"Yang diangkat oleh Presiden bisa diganti oleh Presiden, itu saja rumusnya," kata JK di Hotel Luwansa usai menghadiri acara Seminar Proteksi & Monetisasi Hak Kekayaan Intelektual untuk Industri Film Indonesia, di Jakarta, Rabu (6/5), saat ditanya mengenai nasib Luhut di Kabinet Kerja. (Baca juga: Fahri Ingin Jokowi Pilih Menteri yang Pandai Berpolitik)
Kendati demikian, JK enggan memastikan waktu perombakan kabinet. JK hanya meminta publik bersabar dan menunggu hasil penggodokan yang diyakini kelak bisa mengoptimalkan kinerja Jokowi-JK.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
JK mengatakan bahwa perombakan dilakukan menimbang beberapa pos kementrian yang dirasa tak mengoptimalkan kinerja pemerintahan Jokowi-JK. (Baca juga: Politikus NasDem Kritik Keras Kerja Luhut di Istana)
Wacana perombakan kabinet mencuat setelah beberapa target program pemerintahan tak tercapai dibawah pemerintahan. Misalkan, pertumbuhan ekonomi yang stagnan dikisaran 4 persen, padahal Jokowi inginkan capaian 7 persen selama lima tahun. Ditambah lagi, banyaknya kesalahpahaman sistem komunikasi. (Baca juga: Politikus NasDem Kritik Tajam Jajaran Menteri Ekonomi Jokowi)
Salah satunya munculnya keselahan komunikasi adalah terkait Peraturan Presiden soal penambahan uang muka mobil pejabat, menurut Ketua Tim Ahli Wapres Sofyan Wanandi. kesalahpahaman ini memaksa Jokowi mengevaluasi komunikasi antara Presiden dan Menteri.
"Teknisnya (evaluasi) dibahas berdua (Jokowi-JK)." Kata Sofyan menjelaskan. (Baca juga: JK Jawab Soal Reshuffle dengan Guyonan) (pit)